Apa kabar teman-teman ?
Untuk kali ini saya akan menjelaskan tentang Digital Marketing, mungkin sebagian dari teman-teman sudah banyak yang belum tau, Apa sik digital marketing? Apa itu termasuk teknik pemasaran? Atau malah ingin menjadi Social Media Specialist atau Digital Marketing ? Tapi belum tau caranya, Ohh tepat sekali teman-teman telah berkunjung di website luangbelajar.com karena untuk kali ini saya akan membahas tentang Digital Marketing.
Digital Marketing adalah suatu usaha untuk mempromosikan sebuah produk dengan menggunakan media digital yang dapat menjangkau konsumen secara tepat waktu, simple dan efektif.
Social media itu sarana pemasaran yang terlalu dibesar-besarkan. Coba lihat datanya, sepertinya luar biasa, berdasarkan data internetworldstats, pengguna internet Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa pada Maret 2021. Indonesia berada di urutan ketiga dengan pengguna internet terbanyak di Asia. Di urutan pertama, ada Tiongkok dengan pengguna internet mencapai 989,08 juta jiwa.

Kenapa rata rata 8 dari 10 Orang Gagal di Social Media Marketing? Karena hanya ini yang biasa mereka dapat dari pelatihan online marketing disana :
- Buat akun, hiasi dengan foto & lengkapi profilnya
- Buat postingan yang menarik untuk mendapatkan like
Itu saja tidak cukup. Sangat tidak cukup.
Agar upaya yang teman-teman lakukan tidak sia-sia silahkan lanjutkan membaca. Dalam panduan ini teman-teman akan mempelajari seperti apa strategi pemasaran social media yang sesungguhnya.
1. Tentukan satu social media utama
Satu, tidak lebih.
Mengapa cuma satu? Bukannya lebih banyak lebih bagus?
Memang betul. Idealnya semakin banyak kita muncul di hadapan orang lain, akan semakin cepat kita dikenal.
Tapi ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan:
- Waktu
- Biaya
- Tenaga manusia
- Ilmu
Kalau anda tidak punya masalah dengan keempatnya, silahkan pilih lebih dari 1.
Social media marketing itu tidak sederhana. Bukan cuma sekedar posting tweet yang lucu atau upload gambar meme. Dan yang terpenting, tidak diotomatiskan dari social media A ke B.
Anda akan sadar alasannya dalam bab 2.
Intinya, anda sebagai pemain baru tidak akan bisa langsung aktif di banyak social media sekaligus. Ini justru akan berdampak buruk.
Karena itu, pilih social media berdasarkan:
- Ukuran: lebih besar lebih baik, tapi belum tentu
- Audiens: dimana mayoritas orang-orang yang anda targetkan
- Konten: tempat yang efektif untuk video, gambar/foto, teks tidak sama
Mari kita bahas satu per satu.
Ini grafik penggunaan social media menurut Worldwide.
Facebook menempati posisi tertinggi sebagai social media dengan jumlah pengguna terbanyak, disusul oleh You Tube, WhatsApp, WeChat.
Lebih lanjut, grafik berikut adalah grafik penggunaan social media di Indonesia pada tahun 2021.
Dari 2 grafik ini, terlihat bahwa Facebook merupakan social media yang paling banyak di kunjungi oleh pengguna dunia, sedangkan di Indonesia YouTube menjadi social media yang paling banyak di kunjungi, disusul WhatsApp, Instragram dan Fecebook.
Apakah ini artinya Fecebook, YouTube, Instagram paling bagus?
Bisa jadi, tapi belum tentu.
Ukuran dan umur memang 2 faktor utama dalam menentukan social media untuk keperluan pemasaran. Dalam hal ini, Facebook dan YouTube lebih unggul.
Tapi ini masih dipengaruhi lagi oleh audiens dan industri anda.
Untuk semakin memastikan pilihan anda, mari kita lihat karakteristik dari masing-masing social media:
Gunakan Facebook kalau:
Hampir semua orang ada di Facebook dalam berbagai usia baik muda maupun tua. Kemungkinan besar target pasar anda juga ada di Facebook.
Tetapi karena volume yang sangat besar, Facebook punya filter yang ketat. Secara organik, hanya kurang dari 1% dari orang yang mengikuti Page anda akan berinteraksi.
Maka dari itu, anda mungkin akan sangat mengandalkan iklan.
Selain itu, jenis konten di Facebook lebih beragam. Ada banyak pilihan mulai dari sekedar teks, gambar, video, dan link. Kalau anda memanfaatkan Facebook, ada baiknya anda tidak fokus hanya di salah satu jenis.
Terakhir. Frekuensi konten di Facebook rendah, tapi kualitasnya harus tinggi.
Gunakan Instagram kalau:
Apakah produk yang anda pasarkan bisa disajikan dalam foto yang menarik?
Kalau anda tidak bisa menyediakan foto yang menarik atau kalau sesuatu yang anda pasarkan tidak mampu dijadikan foto, jangan gunakan Instagram.
Golongan usia di Instagram juga saat ini lebih rendah. Berdasarkan data yang saya dapat, pengguna Instagram di Indonesia, lebih dominan kaum muda millenial, jarang yang berusia lebih dari 40 tahun hampir tidak ada.
Instagram mudah untuk dikelola bersama Facebook atau Twitter.
Ini karena konten di Instagram sebagian besar hanya berupa gambar. Gambar yang teman-teman upload di Instagram bisa digunakan kembali untuk konten di Facebook atau Twitter.
Selain itu, tingkat interaksi oleh follower di Instagram jauh lebih tinggi.
2. Tetapkan karakter yang teman-teman gunakan
Kalau teman-teman mengikuti beberapa akun brand di social media, akan pasti sadar bahwa karakter dari akun-akun tersebut berbeda.Contoh
Ada yang santai:

Ada yang serius:

Tidak ada yang salah, keduanya bagus. Tapi ada 2 hal yang harus diperhatikan:
- Mana yang mencerminkan bisnis teman-teman
- Mana yang tepat untuk konsumen/pembaca
Terutama karena di Indonesia kita punya bahasa baku dan bahasa pergaulan. Pastikan teman-teman memilih yang tepat, dan gunakan secara konsisten.
Kalau target pasar teman-teman berusia dewasa, akan aneh kalau menggunakan bahasa yang terlalu santai.
Oh ya, "serius" bukan berarti *kaku".
Kata-kata yang anda gunakan di social media akan mencerminkan bisnis anda. Tidak ada yang suka berteman dengan orang yang bicaranya kaku seperti robot.
Ini beberapa kepribadian yang harus anda tentukan di awal:

Untuk memilih kepribadian mana yang sebaiknya anda gunakan, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Kalau brand teman-teman adalah manusia, seperti apa kepribadiannya?
- Seperti apa karakter dan gaya bicara dari konsumen?
- Seperti apa hubungan yang ingin teman-teman bangun dengan mereka?
- Apa tujuan konten teman-teman? Kepribadian apa yang tepat untuk konten tersebut?
- Kesan apa yang ingin teman-teman peroleh dari orang lain?
3. Strategi konten untuk social media
Inilah bagian terpenting dalam social media marketing.
Tanpa memiliki konten yang menarik, semua hal yang anda lakukan di social media akan sia-sia.
Ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai konten. Untuk sekarang, kita akan bahas konsep dasarnya.
Kesuksesan dalam social media marketing ditentukan oleh 3 hal:
- Kualitas konten
- Pemilihan waktu posting
- Frekuensi posting
Meskipun kualitasnya tinggi, tapi kalau teman-teman salah dalam memilih waktu maka hasilnya akan kurang maksimal. Demikian pula untuk frekuensi/jumlah.
Tidak hanya itu, kita sudah mengenal beberapa jenis konten: teks, link, gambar, dan video.
Ternyata tidak semua jenis konten tersebut akan mendapatkan jumlah interaksi yang sama. Konten jenis tertentu akan mendapatkan lebih banyak like/share/retweet.
Mari kita bahas satu per satu biar paham.
Jenis post di social media
Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Twitter, inilah jenis tweet yang mendapatkan retweet terbanyak:

Persentase di atas merupakan angka penambahan dibandingkan dengan tweet yang biasa.
Jadi tweet dengan hashtag mendapatkan +16% daripada tweet biasa, foto mendapatkan 35%, video 28% dan seterusnya.
Di Facebook sedikit berbeda, inilah jenis postingan yang mendapatkan hasil terbaik di Facebook:

Data di atas merupakan hasil analisa dari Locowise.
Link mendapatkan jumlah jangkauan terbesar, hingga 18%, untuk Page yang memiliki like di atas 10 ribu. Disusul teks dan foto dengan jangkauan antara 7-11%
Oleh karena itu, kalau anda ingin menjangkau banyak orang di Facebook usahakan menggunakan link.
Tema konten
Dari grafik-grafik di atas, kita sudah tahu bahwa link adalah jenis konten terbaik untuk social media marketing. Disusul oleh foto dan teks.
Tapi apa isi dari link, foto, dan teks tersebut?
Berdasarkan artikel dari HubSpot ini, berikut adalah tipe konten yang paling banyak mendapatkan share ke social media:
- List-post: artikel berupa daftar [22.14%]
- Why-post: artikel penjelasan ‘mengapa’ [22.32%]
- Videos: [18.94%]
- How-to: artikel panduan [18.42%]
- What-post: artikel penjelasan ‘apa’ [17.88%]
Jadi kesimpulannya, post yang mendapatkan jangkauan terbesar di social media adalah yang berupa link. Link yang terpopuler adalah yang berisi artikel berupa daftar (contoh).
Masih ada lagi, berdasarkan analisa yang dilakukan oleh OKDork dan BuzzSumo terhadap 100 juta artikel, ternyata yang mendapatkan share terbanyak adalah yang mampu membangkitkan perasaan.
Inilah perasaan yang paling banyak mendapatkan share:

Perasaan yang paling tinggi yaitu:
- Awe (kagum)
- Laughter (lucu, tertawa)
- Amusement (hiburan)
- Joy (bahagia)
- Anger (marah)
- Empathy (empati)
Jenis post terbaik adalah link menuju artikel daftar (list post) yang disertakan foto dan mampu membangkitkan perasaan kagum.
Idealnya seperti itu,
Tapi pada prakteknya, harus anda kombinasikan sendiri. Karena tidak semua industri, target pasar, dan demografi memiliki ketertarikan yang sama.
BACA JUGA
Frekuensi dan waktu posting
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, frekuensi optimal untuk Facebook, Twitter, dan social media lainnya berbeda-beda. Ada yang lebih bagus kalau banyak, ada juga yang sebaiknya tidak terlalu banyak.
Inilah frekuensi optimal untuk masing-masing social media:
- Facebook: maksimal 2x sehari dan 5-10x seminggu
- Twitter: 5x sehari atau lebih
- LinkedIn: 1x per hari dan 20x per bulan
- Google+: maksimal 3x sehari
- Pinterest: 5x sehari atau lebih
- Instagram: 1-2x sehari atau lebih
Itu untuk frekuensi, sekarang waktunya, jam sibuk atau jam kosong, mana yang lebih optimal? Tidak semudah itu.
Kalau kita menulis pada jam sibuk, maka konten kita akan dengan cepat tertutup oleh orang lain. Akhirnya tidak terlihat. Sedangkan pada jam kosong hanya sedikit orang yang aktif.
Jawabannya berbeda-beda, tergantung dari siapa target teman-teman.
Ini waktu yang terbaik untuk membuat tweet agar mendapatkan jumlah klik terbanyak, berdasarkan Buffer:

Belum ada penelitian spesifik untuk Indonesia, tapi minimal ini bisa kita gunakan sebagai acuan.
Untuk Facebook, anda bisa lihat langsung dari Page yang anda miliki.
Seperti contoh ini untuk Page Panduan IM di Facebook:

Dari gambar di atas, ternyata follower Panduan IM paling banyak online di jam 9 malam. Karena itu waktu terbaik untuk membuat post sekitar 0-2 jam sebelumnya.
Sekali lagi, angka ini berbeda-beda tergantung demografinya.
Karena itu, sebaiknya periksa sendiri waktu optimal posting menurut teman-teman.
3. Buat jadwal rutin untuk social media
Social media marketing bukan pekerjaan sekali jalan, tapi berkelanjutan.
Tak peduli seberapa pun bagusnya konten teman-teman, kalau hanya dilakukan sekali-sekali tidak akan pernah berhasil. Para follower akan lupa dengan teman-teman.
Satu lagi, social media marketing bukan hanya membuat konten.
Ada pekerjaan lain yang HARUS dilakukan, ini beberapa di antaranya:
- Berinteraksi dengan follower dan influencer
- Perencanaan konten
- Analisis pencapaian dan data
- Perencanaan dan eksperimen
Untuk mempermudah prosesnya, silahkan ikuti tugas harian, mingguan, dan bulanan ini:
Tugas harian:
- Membalas mention, pesan, dan komentar yang masuk
- Berinteraksi dengan follower dan influencer
- Memposting konten baru
- Membuat konten untuk komunitas
Tugas mingguan:
- Analisa peningkatan dan penurunan yang terjadi
- Analisa terhadap tujuan dan sasaran yang sudah ditentukan
- Mengadakan event (webinar, lomba, atau kegiatan lainnya)
- Mencari komunitas baru
- Optimasi website untuk social media
Tugas bulanan:
- Memeriksa pencapaian yang sudah dibuat
- Membuat planning baru
- Merencanakan eksperimen dan kajian baru untuk sebulan depan
- Jika perlu update foto profil, deskripsi, bio
- Melakukan penyesuaian terhadap frekuensi dan jadwal posting
Selamat, sekarang teman-teman sudah mengetahui konsep dasar Social Media Marketing, terus ditingkatkan skill marketing, semoga bermanfaat.





0 comments