Chairil Anwar adalah penyair Angkatan 45 yang terkenal dengan puisinya yang berjudul "Aku". Berkat puisinya itu, ia memiliki julukan 'Si Binatang Jalang'. Chairil banyak menciptakan puisi-puisi yang mayoritas bertemakan individualisme, ekstensialisme, dan kematian. Karya-karya Chairil dikompilasikan dalam tiga buku, yaitu Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949), Deru Campur Debu (1949), dan Tiga Menguak Takdir yang merupakan kumpulan puisi bersama Asrul Sani dan Rivai Apin (1950), serta sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Jerman, dan Spanyol.
Dia lahir di Medan, 26 Juli 1922. Ia adalah putra mantan Bupati Indragiri Riau, dan masih memiliki ikatan keluarga dengan Perdana Menteri pertama Indonesia, Sutan Sjahrir. Ia bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang kemudian dilanjutkan di MULO, tetapi tidak sampai tamat. Walaupun latar belakang pendidikannya terbatas, Chairil menguasai tiga bahasa, yaitu Bahasa Belanda, Jerman dan Inggris.
Berikut karya puisi Chairil Anwar :
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
DOA
Tuhanku
Dalam termenung
Aku masih menyebut nama-MU
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-MU panas suci
Tinggal kerlib lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintu-MU aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
SELAMAT TINGGAL
Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?
Kudengar seru menderu
Dalam hatiku?
Apa hanya angin lalu?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah....!!!
Segala menebal, segela mengental
Segala tak kukenal...!!
Selamat Tinggal...!!
PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima ku kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari terbagi
Jangan tunduk! Tantang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima ku kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi
Masih banyak lagi puisi karya Chairil Anwar, tetapi saya hanya menulis beberapa puisi. Demikian beberapa puisi karya Chairil Anwar semoga dapat bermanfaat bagi semuanya.





0 comments