Alkisah, suatu hari Nabi Muhammad SAW berangkat ke suatu masjid, Beliau pada saat berada di pintu masjid melihat sosok setan tertegun, setan itu seolah ragu masuk ke dalam masjid.
Melihat hal itu Rasulullah SAW segera menghampiri dan ditegur: "Hai iblis, kenapa kamu berada di sini? Apa yang hendak engkau mau?" Si iblis pun menjawab "sebenarnya aku mau masuk masjid dan menggoda orang yang melaksanakan salat, tetapi apa daya rasa getarku kepada seorang pria yang sedang tidur disampingnya karena itulah rencanaku gagal".
Rasulullah SAW kemudian bersabda lagi, "kenapa engkau tidak gemetar berhadapan dengan orang yang salat, padahal ia sedang beribadah kepada Allah SWT, tetapi malah yang kamu takuti adalah orang yang tengah tidur pulas dan lupa", Si iblis pun menjawab "orang yang tengah mengerjakan salat itu bodoh dan mudah diperdaya, tetapi orang yang sedang tidur itu orang alim orang yang banyak ilmu maka jika aku memperdaya ia yang sedang salat dan merusak salatnya, kekhawatiranku timbul jika orang alim bangun lalu membetulkan salatnya si bodoh."
BACA JUGA
Dari kejadian itu, Rasulullah SAW kemudian bersabda "Naumul Aalimi khoiron min ibaa datil jaahili" artinya "tidurnya orang alim lebih utama daripada ibadahnya orang bodoh".
Rasulullah SAW memberikan penghargaan tinggi terhadap orang yang berilmu, Beliau juga memberikan nasihat yang harus dilaksanakan oleh seorang yang mempunyai ilmu. Sehingga apa yang dimilikinya itu dapat derajat yang mulia, bukan sebaliknya dengan mempunyai banyak ilmu tetapi menyebabkan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat kelak.





0 comments