Sunan Kalijaga menikah dengan Dewi Saroh dan dikaruniai seorang putra dan dua putri, yakni Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Sofiah, dan Dewi Rakayuh. Sunan Kalijaga
wafat pada tahun 1513 Masehi dan dimakamkan di Demak. Julukan Sunan Kalijaga sendiri baru muncul setelah pertemuannya dengan Sunan Bonang.
Berikut ini beberapa falsafah Sunan Kalijaga yang sampai saat ini dikenal oleh banyak masyarakat:
Urip iku Urup
Memayu Hayuning Bawono Ambrasto Gur Hangkoro
“Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan,kebahagiaan, dan kesejahteraan di muka bumi (rahmatan lil-‘alamin). Serta memberantas angkara murka, serakah, dan tamak dalam dirinya.”
Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
“Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak,lembut hati dan sabar”
Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho
“Berjuang tanpa perlu membawa massa, menang tanpa merendahkan atau mempermalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, kaya tanpa didaari kebendaan”
Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
“Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, jangan sedih
manakala kehilangan sesuatu”
Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman
“Jangan mudah terheran-heran, janganlah mudahmenyesal, jangan mudah terkejut-kejut, jangan mudah kolokan atau manja”
Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
“Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan,kebendaan,dan kepuasan duniawi”
Ojo Kuminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Cilaka
“Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah,jangan suka berbuat curang agar tidak celaka”
Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
“Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah;jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat”
Ojo Adigang, Adigung, Adiguno
“Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti”





0 comments