Tanda baca adalah simbol yang tidak ada kaitannya dengan suara, kata maupun frasa dalam suatu bahasa. Tanda baca berperan sebagai petunjuk sebuah struktur tulisan, nada, intonasi ataupun jeda/cara berhenti didalam suatu bacaan serta dapat menjaga keefektifan dalam berbicara.
Oleh karena itu, Luangbelajar.com akan menjelaskan bagaimana sih penggunaan tanda baca yang benar dan baku sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia. Berikut penjelasan, dibaca dengan seksama ya teman-teman.
Tanda titik di gunakan di akhir kalimat, di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau daftar, untuk angka yang menunjukkan waktu, di pakai saat menulis daftar pustaka serta di gunakan untuk memisahkan bilangan uang.
2. Tanda Koma (,)
Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan aposisi atau tambahan, di gunakan ketika menulis nama dan gelar serta di gunakan sebelum kata penghubung.
3. Tanda Titik Koma (;)
Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian pemerincian dalam suatu kalimat, di akhir perincian yang berupa kata klausa serta sebagai pengganti kata hubung dari kalaimat majmuk atau setara.
4. Tanda Titik Dua (:)
Tanda titik dua dipakai pernyataan lengkap yang diikuti perincian dan penjelas dan sesudah ungkapan atau kata yang memerlukan pemerian itu.
5. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung digunakan saat menghubungkan tanggal-bulan-tahun atau untuk kata yang di eja dan di gunakan untuk merangkai kata bahasa Indonesia dengan bahasa desa atau daerah serta bahasa asing.
6. Tanda Pisah (--)
Tanda pisah digunakan menghubungkan dua kata atau angka yang bermakna 'sampai dengan' atau 'sampai ke' dan di gunakan untuk membatasi penyisipan kalimat maupun kata serta untuk penegasan kata oposisi atau kata perlawanan.
7. Tanda Tanya (?)
Tanda tanya di gunakan untuk menanyakan sesuatu.
8. Tanda Seru (!)
Tanda seru menunjukkan kalimat atau ungkapan perintah atau seruan yang sungguh-sungguh.
9. Tanda Ellipsis (...)
Tanda ellipsis itu menunjukkan dalam kalimat atau ungkapan ada yang dihilangkan dan menunjukan ujaran yang belum rampung dalam suatu dialog.
10. Tanda Petik Tunggal (‘...’)
Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit penjelasan atau makna suatu ungkapan atau kata.
11. Tanda Petik (“...”)
Tanda petik digunakan untuk kata atau ungkapan yang kurang jelas atau berasal dari bahasa desa atau daerah atau bahasa asing atau kata ilmiah yang kurang dimengerti.
12. Tanda Kurung Siku ([...])
Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit kata maupun huruf sebagai tambahan atau koreksi atau pembenaran atas kekurangan atau kesalahan di dalam karya tulis orang lain.
BACA JUGA :
13. Tanda Kurung ((...))
Tanda kurung digunakan untuk kata atau ungkapan atau kalimat yang dihilangkan atau di munculkan dalam suatu teks dan mengapit keterangan atau kalimat penjelas yang bukan kalimat utama.
14. Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring digunakan sebagai kata ganti dan, atau, serta, setiap dan per.
Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)
Tanda penyingkat atau apostrof digunakan untuk menunjukkan penghilangan atau bagian angka tahun tertentu dalam kalimat.
Nah, itu penjelasan mengenai penggunaan tanda baca yang benar dan baku. Semoga dapat bermanfaat dan diaplikasikan saat teman-teman menulis. Salam manis dari saya.





0 comments