Ekonomi Islam saat ini cukup berkembang pesat dalam berbagai sektor, terutama disektor keuangan syariah. Terus bagaimana perbedaan antara sistem Ekonomi Islam dengan Konvensional? Disini saya merangkumnya dalam artikel ini.
1. Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem Ekonomi Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai kebutuhan hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya.
Prinsip dasar Ekonomi Sosialis adalah Pemilikan harta oleh negara, kesamaan ekonomi, dan disiplin politik.
Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis menurut Rivai dan Buchari:
a. Kepemimpinan harta dikuasai penuh oleh pemerintah atau negara, kepemilikan perorangan tidak diakui dalam sistem ini.
b. Setiap individu memiliki hak yang sama dalam melakukan kegiatan ekonomi, hal itu mampu meminimalkan tingkat kemiskinan.
c. Setiap warga negara dipenuhi kebutuhan pokoknya karena penguasaan mutlak kekayaan dimiliki negara.
d. Proyek pembangunan dilakukan negara, tanpa memberikan kesempatan kepada perusahaan swasta.
e. Menganut sistem komando yaitu disiplin politik yang tegas dan keras.
f. Tawar-menawar individu sangat terbatas.
Kebaikan sistem ekonomi sosialis:
a. Nasib kaum marjinal (lemah) sangat diperhatikan.
b. Tidak ada pengangguran karena pemerataan kesempatan pada semua masyarakat sehingga tercipta kemakmuran yang merata.
Kekurangan sistem ekonomi sosialis :
a. Menghilangkan kebebasan berkreasi dari masyarakat karena sistem komando yang terpusat dari negara.
b. Hilangnya kebebasan individu dalam memiliki kekayaan karena kepemilikan perorangan tidak diakui negara.
c. Hilangnya motivasi bekerja dari masyarakat karena pemerataan bersifat absolut dan kepemilikan perorangan tidak diakui.
d. Terjadi kesenjangan antara masyarakat dan penguasa perekonomian akibat penumpukan harta oleh kelompok penguasa.
2. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Prinsip sistem ekonomi kapitalis adalah self interest yaitu individu dianggap sebagai pihak yang paling mengetahui hal yang terbaik untuk dirinya, adanya kebebasan penuh setiap individu dalam kegiatan ekonomi, penentuan keseimbangan diserahkan pada makanisme harga di pasar, dan meminimalkan campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis menurut Rivai dan Buchari :
a. Kebebasan memiliki harta secara perorangan. Setiap individu bebas melakukan kegiatan ekonomi apapun tanpa ada yang berhak melarangnya.
b. Free competition atau persaingan bebas.
c. Mementingkan diri sendiri atau self interest.
d. Mekanisme harga sebagai penentu. Sistem ini menyatakan bahwa mekanisme harga di pasar membawa kemakmuran di masyarakat.
e. Campur tangan negara atau pemerintah terbatas.
f. Kebebasan penuh (liberalisme, laissez faire), yaitu setiap individu memiliki hak secara bebas apa yang diinginkannya.
Dampak positif ekonomi kapitalis:
a. Mampu mendorong aktivitas ekonomi secara signifikan, sebab setiap individu berusaha maksimal untuk dirinya dan kelompoknya.
b. Produksi dan harga pasar wajar dan rasional karena persaingan bebas.
c. Mendorong motivasi kerja pelaku ekonomi untuk mencapai prestasi terbaik.
Dampak negatif sistem ekonomi kapitalis:
a. Ketimpangan kekayaan di dalam masyarakat karena penumpukan harta oleh individu atau kelompok tertentu.
b. Individualisme akan mengakibatkan ketidakpedulian terhadap individu atau kelompok lainnya.
c. Memunculkan kerusakan nilai-nilai moral, karena selalu mementingkan aspek ekonomi daripada nilai-nilai etika, moral dan agama.
d. Pertentangan antarkelas akibat dari ketimpangan dan penyebaran kekayaan tidak merata.
BACA JUGA :
3. Sistem Ekonomi Islam
Sistem Ekonomi Islam adalah sistem untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia untuk mencapai kemakmuran yang dilandasi oleh ajaran-ajaran agama Islam yang ada dalam Al-Qur'an dan Hadis yang dikembangkan secara terus menerus oleh manusia. Sistem ekonomi Islam bukanlah sistem ekonomi alternatif, namun sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini muncul. Prinsip ekonomi Islam yaitu tauhid sebagai fondasi keimanan Islam, prinsip khilafah, dan prinsip keadilan.
Tujuan Ekonomi Islam:
a. Ibadah kepada Allah SWT lebih penting dari segalanya.
b. Menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, sehingga dapat selamat di dunia dan akhirat.
c. Mendapatkan kesuksesan perekonomian yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dapat melakukan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan syariat Islam.
d. Menghindari kerusuhan dan kekacauan perekonomian karena ekonomi Islam melarang riba atau kegiatan lainnya yang dapat merugikan orang lain.
Kebaikan Ekonomi Islam:
a. Sangat memerhatikan kepemilikan perorangan, tetapi tetap ada batasan-batasan yang diatur sesuai syariat Islam.
b. Negara atau pemerintah berperan sebagai pembuat kebijakan dan melakukan pengawasan agar tidak terjadi kecurangan dalam perekonomian.
c. Memiliki sistem pemerataan pendapatan yang baik seperti sedekah, infak, dan zakat dari individu atau kelompok kaya kepada kelompok yang miskin.
d. Setiap orang atau kelompok akan termotivasi untuk berkerja keras untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.
e. Nilai-nilai yang tertanam dalam sistem ekonomi Islam sangat kuat sehingga pelaku ekonomi melalukan kegiatan perekonomian sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.
Demikian penjelasan tentang perbedaan antara ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan teman-teman mengenai ilmu ekonomi.





0 comments