Judul buku : "The Subtle Art Of Not Giving A F*ck" yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat".
Penulis : Mark Manson
Penerbit : Gramedia Widiasarana Indonesia
Cetakan : ke XLI November 2020
Alih Bahasa : F. Wicakso
ISBN : 978-602-452-698-6
Jumlah halaman : 246
Mungkin sebagian dari kamu bertanya mengapa judul buku ini Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat? Ya itulah penulis menggambarkan isi dari buku ini.
Sebelum saya mereview buku ini, saya akan mengenalkan siapa sih Mark Manson. Mark Manson merupakan blogger terkenal. Ia tinggal di kota New York. Buku ini adalah buku pertama yang ia tulis.
Ada beberapa hal penting yang ingin di sampaikan oleh Mark Manson, dalam buku pertamanya dengan judul The Subtle Art Of Not Giving A F*ck atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat" seperti kita berhak bahagia dalam menjalani kehidupan, dengan versi kebahagiaan yang dibuat diri kita sendiri bukan dari orang lain. Kebahagiaan tidak perlu dengan hal yang penuh harta, kekayaan ataupun kemewahan, sebab kebahagiaan bisa muncul dari suatu hal yang sederhana.
Buku ini juga memberikan sebuah pelajaran bahwa kehidupan akan lebih baik-baik saja, kalau kita tidak memperdulikan sebuah hal yang tidak penting. Mark juga menyampaikan lewat bukunya ini, bahwa kegagalan dalam kehidupan, merupakan pembelajaran agar kita bisa lebih baik lagi dan introspeksi diri.
Bodo amat dijabarkan oleh Mark Manson dalam 3 buah seni:
- Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda dari yang lain dan menikmatinya hingga sampai ke cita-cita kita tercapai.
- Untuk dapat bilang bodo amat pada kesulitan, pertama kita harus peduli terhadap sesuatu hal yang jauh lebih penting dari kesulitan itu. Jadi kata bye-bye terhadap kesulitan tersebut.
- Sadari atau tidak kita biasanya memilih suatu hal untuk diperhatikan bahasa gaulnya caper (cari perhatian) dan ini akan terus membaik mengikuti tingkat kedewasaan.
Kebahagiaan Itu Masalah
Kok bisa bahagia itu masalah? Apa gak terbalik? Kita hidup emang cari kebahagiaan. Jadi gini penulis mengatakan bahwa kebahagiaan datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah. Yang mana kadangkala masalah ini sederhana saja dan konsepnya sama: selesaikan masalah lalu berbahagialah!
Tapi, pada kenyataannya sebagian dari kita menyikapi tak sesederhana ini justru mempersulit hal yang sebenarnya mudah, Karena kita terbiasa:
- Menyangkalnya: mengingkari kenyataan sehingga menuntun ke kerapuhan dan mudah emosi.
- Mengedepankan mentalitas sebagai korban: memilih meyakini bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini padahal bisa jadi kita mampu menghadapinya, sehingga menggiring kita pada ketidakberdayaan dan keputusasaan.
BACA JUGA
Kebahagiaan yang dikatakan penulis yang tumbuh dari masalah inilah yang membutuhkan perjuangan yang akan menentukan kesuksesan di masa depan.
Nah itu sedikit review buku karya Mark Manson, yang pada intinya sangat recommended untuk dibaca agar kita tahu bagaimana cara bahagia dengan cara kita sendiri.





0 comments